September Penuh Duka, Akankah ke Depan Akan Seperti Ini Terus? - LPM Sativa
Minggu, 24 September 2023

September Penuh Duka, Akankah ke Depan Akan Seperti Ini Terus?

 Oleh:
M. Shadiqah
(Anggota Muda LPM SATIVA)
Pic. M. Shadiqah

Bulan September kita kenal dengan bulan kelam yang tiada habisnya, bulan ini selalu menjadi momen sakral yang selalu diingat setiap kepala masyarakat Indonesia. Tidak ada yang mampu menggoreskan kembali kekecewaan dan kesedihan masyarakat yang terjadi di bulan September.

Entah apa yang terjadi di negara kita tercinta ini, kejadian kelam itu selalu terjadi. Mulai dari zaman Orde lama, Orde Baru sampai masa reformasi selalu saja mencatat sejarah hitam dalam ingatan. Mulai dari tragedi pembantaian 1965, tragedi tanjung priok 1986, tragedi di Semanggi II hingga dengan pembunuhan munir tahun 2004; semuanya terpolarisasi pada bulan September.

Tidak ada yang tahu pasti bahwa bulan ini sudah menjadi bulan yang penuh akan catatan hitam ataupun tidak. Tetapi sejarah Indonesia sudah benar-benar terpuak fakta yang begitu miris.

Momentum ini selalu menjadi batu loncatan dan pengingat bagi kita semua begitu tragis dan penuh dengan tumpah darah. Kitapun selaku mahasiswa turut mengingatkan kembali isu-isu itu untuk kita merekonstruksi kembali apa yang pernah terjadi.

Bertepatan dengan hari Tani yang akan diingatkan langsung setiap tahunnya pada tanggal 24 September. Seharusnya menjadi sebuah eskalasi gerakan yang pas untuk kita mengenang tinta hitam untuk tahun 2023 ini. Mau bagaimanapun, posisi petani menjadi sebuah posisi krusial sekaligus substantif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, terlebih lagi Indonesia dikenal sebagai negara Agraris yang hasil kekayaan Bumi nya sangat melimpah.

Namun dengan hal itu, ternyata belum cukup untuk petani benar-benar sejahtera dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Masalah di negeri ini terlalu kompleks untuk dibahas satu persatu. Kenyataannya, para petani selalu dikorek dan dieksploitasi haknya oleh sekelompok orang.

Saya melihat posisi petani (akar rumput) bukanlah dijadikan sebagai mata pencaharian, akan tetapi serta merta hanya untuk mencukupi kebutuhan sandang/pangan yang dibutuhkan keluarganya. Kalaulah saya meminjam kata-kata puisinya mata luka sengkon harta-(petani bojongsari)

Yang menghidupi mimpi dari padi yang ditanam sendiri, ketika dapat untung, hanya dilipat dan ditabung.

Begitulah gambaran negeri kita ini sedang berlaku, sketsa kehidupan kita mungkin masih samar-samar, tetapi ketika ada ketidakadilan di negeri ini, maka dengan memilih diam adalah sebuah penghianatan. Kata terakhir yang saya ucapkan melalui ungkapan ini,

"Bahwasanya keburukan itu lahir dari diamnya orang-orang yang baik."


September Penuh Duka, Akankah ke Depan Akan Seperti Ini Terus? Reviewed by Team LPM SATIVA on 9/24/2023 Rating: 5  Oleh: M. Shadiqah (Anggota Muda LPM SATIVA) Pic. M. Shadiqah Bulan September kita kenal dengan bulan kelam yang tiada habisnya, bulan ini s...

Tidak ada komentar: