a. Unsur-Unsur Cerpen
Salah satu pendorong terciptanya suatu karya sastra adalah keinginan
pengarang untuk menyampaikan sesuatu kepada pembaca.
Keinginan ini selanjutnya dirumuskan sebagai tema atau topik cerita. Tema atau topik cerita dikembangkan melalui konflik-konflik atau masalah yang dihadapi tokoh- tokoh cerita.
Agar pengembangan topik tampak wajar dan hidup diperlukan unsur-unsur cerpen yang lain yaitu alur, latar, penokohan, sudut pandang dan gaya bahasa. Unsur-unsur ini membantu pembaca untuk memahami hal yang ingin disampaikan pengarang.
Keinginan ini selanjutnya dirumuskan sebagai tema atau topik cerita. Tema atau topik cerita dikembangkan melalui konflik-konflik atau masalah yang dihadapi tokoh- tokoh cerita.
Agar pengembangan topik tampak wajar dan hidup diperlukan unsur-unsur cerpen yang lain yaitu alur, latar, penokohan, sudut pandang dan gaya bahasa. Unsur-unsur ini membantu pembaca untuk memahami hal yang ingin disampaikan pengarang.
§
Memilih topik/tema
§
Menentukan tokoh-tokoh
§
Menganalisis watak tokoh
§
Menulis garis besar cerita
§
Menentukan alur
§
Menentukan Latar cerita
§
Memilih gaya penceritaan atau sudut pandang
§
Memilih diksi yang sesuai
§
Membuat kerangka karangan sesuai alur
§
Mengembangkan kerangka karangan.
c. Teknik Menulis Cerpen
§
Memilih Topik/Tema: Tema/topik apa pun yang ada di'
masyarakat dapat dijadikan bahan baku cerpen. Misalnya: Pendidikan, sosial,
lingkungan, olah raga, jumalistik, peristiwa sejarah, dan.Iain-Iain.
§
Menentukan tokoh-tokoh dan menganalisis watak tokoh: Tokoh dalam cerpen
berfungsi sebagai alat penyampai masalah yang akan dikemukakan : pengarang.
Untuk itu pikirkan tokoh yang akan berperan dalam cerpen Anda. Ada kalanya :
nama tokoh disesuaikan dengan watak yang dimiliki. Untuk itu di samping memilh
nama sekaligus anda tentukan watak tokoh. Misalnya: Topan
(watak, semau gue, sok gaya, sombong), Dinda (watak, lembut, baik hati), Prabu
(watak, berwibawa, suka menolong)
§
Merumuskan garis besar cerita: Sebelum menuangkan
ide ke dalam cerpen, langkah efektif agar kita (pengarang) mempunyai pijakan
cerita adalah merumuskan garis besar cerita. Misalnya: Cerita ini bermula ketik
... Tokoh ini mempunyai persoalan/mengalami….Lalu ia ... sementara itu
tokoh ... Persoalan di antara keduanya mencapai puncaknya ketika….dan seterusnya.
§
Menentukan alur cerita: Dalam karya sastra
dikenal ada tiga macam alur cerita yaitu alur maju, alur mundur, dan alur
campuran. Suatu karya sastra dikatakan menggunakan alur maju apabila peristiwa
dalam cerita tersebut disajikan secara unit dari awal cerita sampai
penyelesaian. Dikatakan menggunakan alur mundur apabila peristiwa yang
disampaikan dalam cerita dimulai dari peristiwa saat ini lalu menceritakan
peristiwa-peristiwa di masa lalu. Sementara disebut alur campuran apabila
pengarang dalam menyajikan cerita menggunakan alur maju dan alur mundur.
§
Menentukan Latar cerita: Setting/latar pada
cerita ada tiga jenis, yaitu latar tempat latar waktu dan latar peristiwa saja
cerita yang akan anda sampaikan tersebut terjadi dl suatu tempat (misalnya:
JogJa) dan suatu waktu (bisa berupa tahun, bulan, hari, pagi, siang, sore dan
lain-lain), maka cerpen anda menggunakan latar di Jogja pada malam hari.
§
Memilih gaya penceritaan: Ada beberapa
pilihan yang dapat digunakan untuk menceritakan suatu peristiwa, Kita bisa memilih
gaya penceritaan secara langsung atau secara tidak langsun~. Apabila
penceritaan secara langsung menjadi pilihan kita, maka kita bisa menggunakan
metode aku-an, artinya kita (pengarang) seolah-olah mengalami sendiri peristiwa
dalam cerita.
§
Memilih diksi: Diksi atau pilihan kata harus
disesuaikan dengan tema cerita dan kepada siapa cerita itu ditujukan. Hal itu
dimaksudkan agar cerita yang akan disampaikan terasa akrab dengan kehidupan
pembaca sehingga mudah dipahami. Oleh karena dalam berlatih menulis cerpen ini,
kita memilih tema kehidupan dengan remaja. Kita pilih bahasa dan
istilah-istilah yang sering juga kalimat-kalimat sejenis Doi tuh ngertiin gue
banget!
§
Membuat kerangka karangan dan mengembangkannya: Kini kita sampai tahap
akhir dalam menulis cerpen yaitu membuat kerangka karangan. yang dimaksud
kerangka karangan dalam pokok bahasan kita kali ini adalah urutan cerita atau
peristiwa yang akan kita sajikan dalam cerpen. Tentu saja hal itu harus disesuaikan
dengan alur cerita yang kita pilih.
Sumber : www.zakapedia.com
Diakses 29/11/2014
Tidak ada komentar: